Showing posts with label pengalaman. Show all posts
Showing posts with label pengalaman. Show all posts

Tuesday, March 27, 2018

Cerita Kecil Hari Ini 2



Holaaa... Hai...! Hari ini hari Selasa, kemarin hari Senin (yang sering di-bully). Hehehe, ada niat mem-bully hari Selasa? Jangan ya...! Sekali lagi, seperti apapun bentuk bullying, melalui media apapun itu, bullying tetap perbuatan yang tidak baik. Termasuk mem-bully hari yang sebenarnya tidak memiliki kesalahan apapun. Kekekekeke....

Jadi, pelajaran apa yang kita pelajari hari ini? Bukan pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, Kimia, apalagi Fisika. Tapi, pelajaran hidup, tentang kehidupan. Pasti, hari ini kita sudah memperoleh pelajaran tentang hidup dan kehidupan, entah itu banyak ataupun sedikit. Kalau hari ini kita belum berkesempatan menemukannya, mungkin tanpa sengaja kita melewatkannya. Tapi tak apa, masih ada hari esok. Kita masih bisa belajar banyak hal besok. 

Pelajaran tentang hidup dan kehidupan, bisa kita peroleh dari siapa pun itu, kapan pun itu, di mana pun itu, dan dengan cara seperti apa pun itu. 

Kita bisa memperoleh pelajaran tentang hidup dan kehidupan dari siapapun itu. Entah dari orang-orang di sekitar kita, ataupun orang asing, orang yang belum kita kenal, orang yang cukup jauh jaraknnya dari kita. Entah dari orang yang lebih dewasa usianya dari kita, dari orang yang sebaya dengan kita, ataupun dari anak kecil sekalipun. Pelajaran apa yang bisa kita peroleh dari anak kecil? Banyaaaak sekaliiiih.... Kapan pun kita bertemu mereka, di mana pun kita bertemu mereka, kita bisa belajar banyak hal dari mereka. Mulai dari cara mereka menciptakan bahagia mereka dengan cara mereka yang sangat-sangat sederhana. Cara-cara yang sangat sederhana, tapi sederhana mereka terkadang unik, kadang membuat kita juga harus menguatkan hati untuk lebih bersabar.... Kekekeke.... Namanya juga belajar dari anak kecil.... \^o^/

Jadi, hari ini baru ketemu adik kecil yang bahagia karena besok Jumat tanggal merah, libur rasanya sudah tiba lebih awal. Satu hari bonus libur di minggu ini sudah membuat satu minggu mereka jauh lebih indah dan berwarna. Lebih beremangat belajar, menyelesaikan tugas, dan mengerjakan PR, berharap agar hari Jumat secepatnya datang. Mereka sama sekali tidak memikirkan hari-hari setelah libur panjang nanti. Yang terpenting, hari ini dan hari libur nanti. Mereka bahagia, mereka menikmati apa yang mereka miliki sekarang. Kalaupun suatu saat nanti mereka harus merasakan kehilangan, yang penting saat ini mereka masih bisa memiliki kan? Lebih baik bersyukur dan bahagia dengan apa yang dimiliki sekarang, daripada harus merasa takut kehilangan. 

Salah satu hal yang bisa kita pelajari dari mereka adalah selagi kita masih memiliki waktu, manfaatkanlah waktu itu untuk bahagia. Karena kita lebih dewasa dari anak kecil, jadi tugas kita beberapa tingkat lebih sulit. Apa itu? Tugas kita adalah memanfaatkan waktu yang kita miliki, selama apapun itu, sesingkat apapun itu, untuk bahagia dan membahagiakan orang-orang yang kita sayang. 


Tuesday, February 20, 2018

Warna-Warni Rasa yang Menyapa Hati dan Merubah Hari



Hati memang selalu penuh misteri, penuh teka-teki. Rumit. Terkadang mudah dipahami, tapi lebih sering sukar dipahami. Entah itu tentang alasannya, pilihannya, ataupun keputusannya. Dalam satu hari, hati seseorang bisa menjadi sangat kuat, tangguh, siap menghadapi masalah seberat apapun. Tapi, berganti hari, entah karena bertemu seseorang ataupun masalah, hati seseorang tiba-tiba berubah, tak sekuat dan setangguh biasanya, bahkan  melupakan caranya bahagia.

Selain memiliki kisah yang berwarna-warni, hati juga menjadi sumber dan tempat terjadinya beragam rasa. Rasa sayang, cinta, nyaman, bahagia, senang, rindu, lelah, sedih, kecewa, takut, menyesal, ragu, cemburu, marah, sepi, dan rasa lainnya. Masing-masing rasa itu memiliki kadarnya masing-masing, memiliki kekuatan masing-masing, memiliki pengaruhnya masing-masing. Ada rasa yang dominan, ada juga yang sebaliknya, mudah dikalahkan rasa yang lainnya. 

Misalnya dalam satu hari ini, pagi hari sebelum bertemu lebih banyak orang, baru bertemu ibu, ayah, dan anggota keluarga kita, deretan rasa yang mungkin menghuni hati adalah rasa nyaman, sayang, bahagia, dan semangat pagi. Lalu, setelah satu persatu bertemu lebih banyak orang, mulai menjalani ataupun melanjutkan kisah bersama mereka, muncul lagi ragam rasa lainnya. Masih ada rasa bahagia yang hadir di hati, dengan semakin beragamnya rasa yang hadir. Sayangnya, rasa yang hadir tidak hanya rasa yang membuat hati nyaman. Mungkin kita akan bertemu rasa ragu, cemas, takut, marah, kecewa, menyesal, atau rasa lainnya. Di antara ragam rasa itu, ada satu atau dua rasa yang mengalahkan semua rasa. Rasa yang paling dominan di antara rasa lainnya. Entah kenapa. Bisa rasa bahagia. Bisa rasa sedih dan kecewa. Bisa juga rasa ragu dan cemburu. Atau mungkin rasa rindu. Bisa juga rasa marah. Satu ataupun dua rasa itu mempengaruhi suasana hati kita, sepanjang hari. Bahkan sampai esok hari.  

Kalau rasa yang dominan itu baik, nyaman disimpan hati, maka hari yang akan berjalan nanti dapat berjalan lebih indah dan mudah. Masalah yang datang menghampiri dapat dihadapi dengan perasaan yang lebih ringan. Rasa yang baik itu justru menguatkan hati dan diri untuk mengatasi satu persatu masalah yang hadir. Hari ini, masih bisa menjadi hari yang indah. 

Bagaimana, kalau rasa yang dominan untuk hari ini adalah salah satu rasa yang kurang baik? Satu rasa yang membuat hati kurang nyaman? Pasti hari ini menjadi kurang nyaman untuk dilewati. Berbeda dari rasa yang baik, yang memberi kekuatan tersendiri untuk hati dan diri. Rasa yang kurang baik seringkali melemahkan hati, menjadi beban tersendiri untuk hati. Masalah kecil, tiba-tiba berubah menjadi besar. Kenapa? Karena hari ini kita memang sedang tidak ingin bertemu masalah, sekecil apapun itu. Mungkin, dari satu masalah yang biasanya hanya termasuk masalah kecil, masalah sederhana, kita bisa uring-uringan tidak karuan. Sahabat, teman, dan orang-orang di sekitar kita pun harus ikut merasakan akibatnya. 

Setelah bertemu waktu istirahat, setelah bertemu orang-orang yang kita sayang di rumah, barulah kita menyadari kalau hari ini kita ternyata berubah menjadi seseorang yang tak biasa. Seperti menjadi orang lain, hanya karena dikalahkan perasaan tidak nyaman itu, bisa marah, cemburu, kecewa, atau rasa apapun yang kurang nyaman. 

Setelah bertemu waktu istirahat, setelah bertemu orang-orang yang kita sayang di rumah, barulah kita menyadari kalau hari ini kita sudah melakukan kesalahan pada sahabat, teman, atau siapa pun yang kita temui hari ini, yang harus menjadi saksi sekaligus korban dari satu perasaan kita yang kurang nyaman. Lalu, mulailah kita menyesal dan kecewa pada diri sendiri. 

Setelah bertemu waktu istirahat, setelah bertemu orang-orang yang kita sayang di rumah, barulah kita menyadari kalau hari ini kita lebih sering melihat satu masalah dari sudut pandang kita sendiri. Perasaan yang kurang baik, kurang nyaman, membuat kita lebih sulit melihat dan memahami masalah dari berbagai sudut pandang. Jadi, hari ini kita memang berubah mejadi seseorang yang egois.

Setelah bertemu waktu istirahat, setelah bertemu orang-orang yang kita sayang di rumah, barulah kita menyadari kalau hari ini kita mungkin lebih banyak mendengarkan apa kata orang, daripada kata hati kita sendiri. 

Begitulah, warna-warni rasa yang menyapa hati dan merubah hari. Satu ataupun dua rasa yang dominan, lebih kuat, mengalahkan banyak rasa lainnya. Kalau rasa yang dominan itu rasa yang baik, rasa yang nyaman disimpan di hati, maka rasa itu akan memberikan kekuatan tersendiri saat kita harus menghadapi masalah, seberat apapun itu. Hari kita pun menjadi lebih indah. Namun, kalau rasa yang dominan itu rasa yang kurang baik, maka hal sebaliknyalah yang kemungkinan besar terjadi. 

Kita memang tidak bisa menghindari bertemu hari, di mana rasa yang kurang baik, menjadi satu atau dua rasa yang dominan. Ketika harus bertemu hari itu, saatnya kita belajar untuk dewasa. Jangan terlalu lama menyesal dengan segala sesuatu yang terjadi hari itu. Besok, masih ada waktu dan kesempatan untuk meminta maaf dan memperbaiki semuanya kan? Ketika harus bertemu hari dan rasa seperti itu untuk kesekian kalinya, haruskah kita selalu kalah dan menyerah pada rasa itu? Sudah saatnya kita belajar untuk mengendalikan dan mengalahkan rasa itu. Walaupun memang menjadi tantangan yang berat, tapi yang penting kita sudah mencoba untuk menang, bukan mencoba untuk kalah. Tentang hasilnya? Setidaknya, kita sudah pernah belajar. Setidaknya, kita tidak menyerah begitu saja.

\^o^/

Monday, February 19, 2018

Untuk Hari Ini, Apa Kabar Hati?



Hai...! Lagi-lagi, bertemu hari Senin. Masihkah hari Senin menjadi bad day? Sudah bersahabat baik dengan hari Senin? Atau masih merasa jauh dan berjarak? (Kayak apa gitu?) Masih merasa kalau hari Senin menjadi hari yang paling “wow” dari hari-hari lainnya? Tak apa, masih banyak temennya. Termasuk yang di sini, hehehehehe.... \^o^/

Hari ini, absen dulu untuk “Kisah Hati” nya yak.... Karena hari ini adalah hari Senin. Sebenernya ngga ada hubungannya, kekeke.... Kenapa lagi-lagi hari Senin? Hari Senin seperti memiliki kisahnya sendiri. Kalau ada “Kisah Hati” mungkin di luar sana ada juga “Kisah Hati di Hari Senin”. Heheh....

Jadi, untuk hari ini.....

Apa kabar hati, khusus untuk hari ini? Sangat baikkah? Baikkah? Kurang baikkah? Tidak baikkah?

Bahagiakah kamu hari ini..., wahai hati? 

Atau, kamu lebih banyak bersedih hari ini? 

Berapa kali kamu menemukan alasan untuk bahagia hari ini?

Apakah hari ini sepertinya lebih sulit untuk menemukan alasan-alasan bahagia itu?

Kalau kamu sudah menemukan bahagia, seberapa sering kamu melupakan caranya bahagia hari ini?

Hehehehehe... begitulah beberapa pertanyaan tentang bagaimana kabar hati hari ini. Lalu, masih ada pertanyaan lainnya, untuk hati dan untuk hari ini? Masih... ini dia menu pertanyaan selanjutnya.

Adakah yang hari ini nafsu makannya mendadak berkurang? (Kenapa jadi tentang makanan yak....)

Adakah yang merasa hari ini menjadi lebih pendiam dari biasanya? 

Adakah yang merasa kalau semua warna hari ini hanya hitam dan putih? Warna lainnya memang masih ada, tapi tidak sekuat warna hitam dan putih.

Adakah yang hari ini tertawa ataupun tersenyum hanya untuk orang lain, bukan karena sedang bahagia?

Adakah yang bertemu banyak masalah hari ini? Entah itu masalah besar, sedang kecil, ataupun sangat kecil tapi jumlahnya banyak?

Adakah yang hari ini memilih untuk menghindari masalah? Entah karena alasan apa.

Adakah yang merasa bersalah pada seseorang hari ini? Atau mungkin pada diri sendiri?

Adakah yang ingin menghindari seseorang ataupun banyak orang hari ini? Lalu, hanya memilih menepi sendiri?

Adakah yang hari ini ingin secepatnya bertemu malam?

Adakah yang merasa hari ini jauh lebih melelahkan dari hari-hari biasanya?

Adakah yang hari ini ingin secepatnya pulang ke rumah? Bertemu ibu dan ayah di rumah.

Jadi, apa kabar hari ini teman-teman? Apa kabar hati? 

Entah hari ini menjadi bad day ataupun good day, jangan lupa bahagia ya! Hari ini masih belum usai, masih belum berakhir. Masih ada waktu untuk memilih bahagia dan memulai bahagia hari ini.  Alasan bahagia paling sederhana, sekaligus paling berharga adalah senyuman dari ibu, ayah, kakek, nenek, dan mereka semua yang menyayangi kita. Jadi, untuk yang belum menemukan alasan bahagia hari ini, mungkin alasan bahagia itu sedang menunggu kita di rumah.

\^o^/