Friday, May 18, 2018

Karena Kita Tak Pernah Sendiri

credit pict: www.lovethispic.com 

Hai... hallo... hai lagi....! Apa kabar hati? Apa kabar mimpi? Apa kabar rindu? Hehe... baru juga postingan kemarin minta siap-siap kurangin galau, melow, baper-nya yak? Sekarang kembali lagi ke siniii... Kekekekeke.... \^o^/

Cerita tentang apa hari ini? Mungkin tentang waktu dan tentang kehidupan, lagi....

Tentang waktu.... Tentang waktu yang terus berjalan dan takkan pernah terulang. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Waktu yang setiap tahunnya terus berkurang. Waktu yang setiap harinya menghadirkan kisahnya masing-masing. Waktu yang setiap detiknya membawa tanggung jawab masing-masing.

Setiap hati bertanggung jawab terhadap waktu yang telah, sedang, dan akan dijalani. Namun, waktu yang kita miliki tidak hanya untuk kita sendiri. Selama apapun itu, sesingkat apapun itu. Ada saatnya, kita memiliki waktu untuk sendiri. Tapi akan ada lebih banyak waktu yang kita habiskan bersama keluarga, sahabat, teman, atau mungkin bersama orang asing yang akan segera menjadi bagian dari kehidupan kita. 

Tentang waktu, kita sering lupa kalau waktu kita bukan hanya untuk diri kita sendiri. Kita lebih memilih sibuk dengan tugas, pekerjaan, atau apapun itu yang menurut kita penting. Kalaupun kita sedang lelah karena tumpukan masalah, kita tetap memilih ‘beristirahat seorang diri’, menikmati waktu kita seorang diri. Adakah istirahat yang tidak harus sendiri? Hehehe.... Ada pasti.... \^o^/ 

Begitulah, waktu yang kita miliki memang bukan hanya untuk kita sendiri. Kenapa? Karena kita tidak pernah sendiri. Karena kita tidak hanya hidup seorang diri. Kita pun menjadi bagian dari kehidupan orang lain. Entah menjadi bagian penting, atau hanya sekadarnya. 

Jadi, jangan bahagia ataupun sedih sendirian. Karena kita selalu memiliki tempat untuk berbagi. Jangan terlalu banyak juga menghabiskan waktu untuk sendiri. Karena masih ada mereka yang selalu menunggu kita untuk menghabiskan waktu bersama. Masih ada mereka yang menunggu kita di rumah. 

Satu lagi, di manapun kita berada, kapanpun kita berada, bagaimanapun keadaannya, selalu ada Alloh SWT yang menemani dan menjaga kita. Karena kita tak pernah sendiri....

\^o^/

Wednesday, May 16, 2018

Marhaban Ya Ramadhan


Assalamu’alaikum.... \^o^/

Waktu terus berjalan, hari akan segera berganti.... Esok hari, bulan suci Ramadhan kembali menyapa.... Malam ini, shalat tarawih pertama.... Dan sekarang bingung mau nulis apa.... Kekekekeke.... 

Sejak kita kecil dulu, sampai sekarang, bulan Ramadhan selalu memiliki cerita sendiri. Mulai dari beberapa hari jelang bulan Ramadhan, tarawih pertama, jatuh bangunnya perjuangan di hari pertama puasa (lebay dikit boleh yaaa...), indahnya waktu sahur dan berbuka puasa (hehehehehe... salah satu yang paling dirindukan dari bulan suci Ramadhan.... \^o^/), iklan sirup dan makanan yang datang dan pergi tanpa permisi, lalu apalagi? Banyak lagi.....

Untuk hari ini, pertanyaannya bukan dulu tentang “Wahai hati, apa kabarmu hari ini? Sudah siapkah untuk move on?” Tapi, “Wahai hati, sudah siapkah kamu bertemu bulan Ramadhan esok?” 

Mulai malam ini, bapernya, galaunya, melow-nya hati harus siap untuk dikurangi. Siapkan hati untuk menyambut hari-hari yang penuh berkah.... \^o^/ 

Marhaban ya Ramadhan...
Selamat menunaikan ibadah puasa 1439 H...
Mohon maaf lahir dan batin... \^o^/

\^o^/

Monday, May 14, 2018

Karena Hari Akan Segera Berganti

credit pict: id.pinterest.com

Apa kabar, Indonesiaku....? Semoga hari ini kabarmu lebih baik dari kemarin.... Apapun yang sudah terjadi kemarin dan hari ini, akan selalu ada hari esok.... Hari esok yang semoga jauh lebih baik dari hari ini dan kemarin. 

Karena hari akan segera berganti.... Tentang kemarin dan hari ini, entah tentang kekecewaan, ketakutan, kemarahan, kebencian, ataupun kesedihan, masih ada kesempatan untuk membuat semua menjadi lebih baik. 

Karena hari akan segera berganti.... Setiap detik waktu yang kita miliki sangat berharga, tidak bisa dihentikan, tidak bisa diputar ulang. Karena itu, tidak perlu terlalu sibuk saling menyalahkan, melempar kesalahan, ataupun mencari siapa yang salah. Atau mungkin dalam beberapa hal, justru menyalahkan diri sendiri. Lebih baik, kita sibukkan diri untuk memperbaiki diri agar tidak terulang lagi kesalahan sama. 

Karena hari akan segera berganti.... Apa yang terjadi kemarin dan hari ini akan segera menjadi kenangan. Kita berhak memilih untuk melupakan, memaafkan, ataupun menyimpan kenangan-kenangan itu. Namun, sebelum memilih apa yang akan kita lakukan pada kenangan-kenangan itu, cobalah untuk belajar banyak hal dari sana. Belajar tentang hidup dan kehidupan pada kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali.

Karena hari akan segera berganti.... Kalaupun kemarin dan hari ini awan mendung masih menyelimuti, semoga esok langit akan berhiaskan pelangi. 

\^o^/

Friday, May 11, 2018

Tentang Kenangan Bersamanya


Hari ini... masih melanjutkan dua postingan sebelumnya (Perpisahan: Pilihan Meninggalkan atau Ditinggalkan dan Perpisahan Bukanlah Alasan dari Sebuah Pertemuan....) Masih betah baper ceritanya.... Kekekekeke....

Jadi... apa? 

Salah satu hal yang membuat perpisahan menjadi semakin berat adalah ‘kenangan’. Sebelum perpisahan itu datang, kenangan itulah yang menjadi salah satu alasan untuk bahagia, alasan untuk bertahan menunggunya. Tapi setelah perpisahan itu datang, kenangan yang awalnya membawa bahagia, mulai berubah menjadi luka. Luka yang membawa air mata. 

Seistimewa apapun kenangan bersamanya, kenangan tetaplah kenangan. Kisah bersamanya telah usai, tak bisa lagi terulang.... (T_T)

Seindah apapun kenangan bersamanya, sedalam apapun rasa yang tumbuh di dalamnya, tidak baik kalau terus menggenggam kenangan itu erat-erat. Tidak perlu pula menyesali pertemuan dan perkenalan dengannya. 

Bersyukurlah karena pernah bertemu dan mengenal satu dari sekian banyak orang baik yang berpijak di atas bumi ini (lebay sedikit boleh lah yaaak....\^o^/).  Bersyukurlah karena pernah memiliki kenangan indah bersamanya. 

Lalu... masih haruskah bersahabat baik dengan kenangan indah bersamanya setelah perpisahan itu tiba? Dia sudah memilih pergi....

Sudah saatnya berhenti mengistimewakan kenangan indah beramanya. Sudah saatnya membuat kenangan baru bersama orang-orang yang kita sayang, bersama orang baru yang akan kita temui dan kenal nanti. 

Berat pasti kan? Berhenti mengistimewakannya bersama kenangan tentangnya, bukan hal yang mudah. Bukan hal yang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Butuh proses yang cukup panjang. Karena itu, bersahabatlah dengan waktu. Karena waktulah yang akan membantu kita berhenti mengistimewakan kenangan bersamanya. Waktulah yang akan membantu kita menyembuhkan luka karena keputusannya untuk pergi. 

Namun, tidak cukup hanya mengandalkan waktu. Waktu hanya akan berlalu begitu saja tanpa mengubah apapun, ketika hati masih enggan berhenti mengistimewakan kenangan tentang dia. Hatilah yang memiliki kewajiban utama untuk menyembuhkan lukanya sendiri. 

Bagaimana kalau hati masih belum sepenuhnya merelakan semua kenangan tentangnya? Mungkin, hati masih butuh waktu untuk menerima dan memahami perpisahan yang telah terjadi. Begitulah, hati bukanlah mesin yang bisa diatur dengan mudah. Tapi... jangan terlalu lama bertahan bersama kenangan yang justru membuat kita melupakan caranya bahagia. Apakah perlu ‘memaksa’ hati? Kalau untuk kebaikan, memang ‘harus’. Bukan 'kejam', tapi justru 'sayang' pada hati. Sudah saatnya belajar membuat move on menjadi realita, bukan hanya wacana.  Heheh.... Sabar ya hati....!

Tentang kenangan bersamanya... ketika kenangan itu menguatkan hati dan menjadi alasan bahagia, jagalah kenangan itu baik-baik. Namun, ketika kenangan itu justru melemahkan hati dan membuat kita melupakan caranya bahagia, berhentilah mengistimewakan kenangan itu. 

\^o^/