Showing posts with label Tugas Hati. Show all posts
Showing posts with label Tugas Hati. Show all posts

Sunday, June 3, 2018

Enjoy the Little Things!

 
Enjoy the little things... not only the big things. Agree? Di-yes-in juga yaaak biar cepet... kekekeke.... \^o^/

Dan... untuk hari ini ada berapa banyak alasan bahagia yang kita temukan? Satu... dua... tiga... empat... lima... atau mungkin banyak alasan. Mulai dari yang sederhana sampai luar biasa. Alasan bahagia yang kita temukan di tempat yang nyaman sampai kurang nyaman. Atau mungkin alasan bahagia yang kita ciptakan sendiri, di manapun kita berada.

Di manapun kita berada... Terkadang, waktu menmpatkan kita pada tempat dan keadaan yang jauh dari harapan. Tempat dan keadaan yang membuat kita ingin segera pergi dari sana. Tapi ternyata, kita harus singgah untuk waktu yang tidak sebentar di sana.

Menemukan bahagia di tempat dan keadaan yang sebenarnya jauh dari apa yang kita harapkan bukanlah pekerjaan yang mudah. Tapi... bukan tidak mungkin menemukan, bahkan menciptakan bahagia di sana. 

Lalu... caranya? 

Menikmati apa yang harus dan sedang kita jalani sekarang, besar ataupun kecil. Kalaupun kita boleh memilih, pasti kita memilih untuk singgah di tempat yang nyaman, tempat yang benar-benar menjadi tujuan kita. Tapi, selama kita masih harus menunggu untuk sampai di tempat tujuan kita yang utama, tidak ada pilihan lain untuk menikmati apa yang ada sekarang. 

Dari pada harus menyesali pilihan ataupun membenci keadaan kita sekarang, lebih baik menikmati apa yang ada sekarang, sekecil apapun itu. Menikmati apa yang ada sekarang... berarti mensyukuri apa yang sudah kita miliki, dan memberikan yang terbaik di tempat kita singgah sekarang, entah untuk hal kecil ataupun besar. Menikmati seluruh tugas dan perjalanan kita di sana... berarti bukan menganggapnya sebagai beban. Tapi, menjadi bagian dari kisah perjalanan yang harus kita lewati sebelum sampai di tempat yang menjadi tujuan utama kita.

Jalan yang kita tempuh masih sangat panjang. Masih ada banyak kisah yang belum kita selesaikan, bahkan belum kita mulai. Masih ada banyak tempat yang harus kita kunjungi dan singgahi. Masih ada banyak orang baik yang harus kita temui dan kenal. Masih ada banyak hal yang harus kita pelajari tentang hidup dan kehidupan. 

\^o^/

Saturday, May 26, 2018

Roda Memang Selalu Berputar


Roda itu... bundar dan selalu berputar. Kalau belum berputar, berarti masih menjadi pajangan, belum siap digunakan, belum siap berjalan. Ya kan? 

Roda memang selalu berputar, begitupun dengan roda kehidupan. Ada saatnya kita berada di atas, di bawah, di samping depan, dan di samping belakang. Dalam perjalanan roda kehidupan, kita tidak bisa memilih untuk selalu berada di atas. Kalau di atas terus, kapan kita akan berjalan maju... (yang penting jangan berjalan mundur...\^o^/). 

Ketika berada di atas, bukan hal yang sulit untuk menemukan bahagia. Bukan hal yang sulit juga untuk menjadi orang baik ketika berada di tempat, waktu, posisi, dan keadaan yang nyaman. Karena itu, ketika berada di atas, manfaatkan kesempatan itu baik-baik. Kesempatan untuk memberikan yang terbaik dari apa yang kita punya dan kita bisa. Kesempatan untuk membahagiakan orang-orang yang kita sayang, bukan hanya membahagiakan diri sendiri. 

Ketika berada di bawah... kalaupun menemukan bahagia menjadi hal yang sulit, selalu ada pilihan untuk menciptakan bahagia. Menciptakan bahagia dari hal-hal yang sederhana, dengan cara yang sederhana. Karena bahagia memang menjadi hak dan kewajiban setiap hati. Jadi, apapun keadaannya, di manapun posisi kita sekarang, jangan lupa untuk bahagia. Jangan lupa juga untuk menjadi orang baik. Walaupun tantangan memang jauh lebih banyak, lebih besar, dan beraneka ragam dan rupanya, selalu ada pilihan dan kesempatan menjadi orang baik.

Suatu saat nanti... mungkin keadaan memaksa kita untuk lebih lama berada di bawah. Tidak selamanya roda (sepeda, motor, mobil, atau roda apapun itu... kekekeke...) melintasi medan perjalanan yang mudah. Ada kalanya, roda melintasi jalanan yang berlubang, atau mungkin berlumpur. Medan perjalanan yang mengharuskan salah satu bagian roda berada di bawah lebih lama. 

Sama seperti kehidupan yang terkadang mengharuskan kita berada pada keadaan dan posisi yang jauh dari nyaman. Kehidupan yang menempatkan kita pada titik paling bawah untuk waktu yang tidak sebentar. Saat itulah, kesabaran benar-benar diuji. Kesabaran untuk bertahan dan bangkit kembali. Kesabaran untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Kesabaran untuk terus berjuang sampai titik akhir. Kesabaran untuk belajar menjadi orang baik di tengah keadaan yang tak baik. Kesabaran untuk menciptakan bahagia dari hal-hal yang sederhana dan dengan cara-cara yang sederhana.

Ketika berada di samping depan ataupun belakang... keadaan sebelum menuju titik bawah ataupun titik atas. Menuju titik bawah, juga bukan keadaan yang menyenangkan. Kita pun harus mempersiapkan diri bertemu keadaan yang mungkin akan jauh berbeda, keadaan yang jauh lebih sulit dari sebelumnya. Lalu menuju titik atas... kita akan bertemu keadaan yang lebih menyenangkan. Tapi, kita akan bertemu lebih banyak lelah, lelah yang indah. Lelah yang datang bersama harapan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.

Jadi... roda yang bentuknya selalu bundar, akan selalu berputar. Begitupun roda kehidupan yang akan selalu berputar. Ada saatnya kita berada di atas, di bawah, di samping depan, ataupun di samping belakang.... Di manapun posisi kita berada, jangan lupa untuk bahagia dan membahagiakan orang-orang yang kita sayang. Selalu ada kesempatan untuk belajar menjadi orang baik dan memberikan yang terbaik. 

\^o^/

Friday, May 4, 2018

Menghadapi Hati yang 'Tak Pernah Sederhana'

credit pict: wallpaperswide.com

Cinta itu sederhana, pemilik hatilah yang membuat jalan ceritanya menjadi terlihat lebih rumit. Selain cinta, bahagia juga selalu sederhana. Tentang alasan bahagia, tentang cara menciptakan bahagia, selalu sederhana. Semua hal sederhana tapi istimewa itu, letaknya di satu tempat, di hati. 

Hati memang menjadi salah satu bagian yang paling sulit untuk dipahami, paling penuh misteri. Hati menjadi tempat singgah beragam rasa (dari yang indah sampai tak indah) dan kenangan-kenangan (dari yang sederhana sampai yang luar biasa). Tugas hati berat juga kan? Tapi, butuh kesederhanaan untuk menghadapi hati dengan tugas-tugasnya yang kadang ‘berat’ ini.

Meskipun seringkali kita sulit mengendalikan perasaan yang singgah di hati (salah satu dan pastinya rasa cinta), hati tetaplah milik kita. Ketika satu persatu perasaan itu datang, singgah sementara ataupun menetap, dan pergi, hargailah perasaan itu. Demikian pula dengan kenangan-kenangan yang menjadi jejak perjalanan kita. Mulai dari kenangan yang sederhana sampai yang luar biasa, pasti memiliki tempat tersendiri di hati. Lalu, di manakah letak kesederhanaannya? Kekekekeke.... Dan tulisan ini mulai muter-muter.... T_T

Kenapa harus menghargai setiap perasaan dan kenangan yang hadir? Karena semuanya memberikan pengalaman, mengajarkan kita tentang kedewasaan. Setelah menghargai ‘mereka’, saatnya memilih sikap terbaik untuk menghadapi mereka. Di sinilah perlu kesederhanaan dalam memilih sikap terbaik itu. 

Perasaan yang singgah dan menghuni hati ada beragam jenisnya. Tidak melulu perasaan yang indah. Ada kalanya hati harus bertemu rasa yang meninggalkan luka ataupun menghadirkan air mata. Kita memang tidak bsa mengatur perasaan apa saja yang akan menyapa hati. Tapi... sebagai pemilik hati, kita masih berhak memilih perasaan mana yang harus kita simpan baik-baik. 

Perasaan yang membuat hati nyaman, kita simpan baik-baik. Perasaan yang membuat hati tidak nyaman, cukup kita jadikan pengalaman dan biarkan waktu yang akan membantu melupakan dan memaafkan rasa itu. Demikian juga dengan kenangan. Kenangan yang indah dan membuat hati bahagia, kita simpan rapi di hati. Hati adalah tempat terbaik untuk menyimpan kenangan. Lalu, kenangan yang membuat kita melupakan bahagia, cukup dimaafkan. Hehehehe.... Sederhana kan? (Mudah ngetiknya, syusyah praktiknya.... T_T)

Jadi.... Ada beragam rasa dan kenangan yang akan menyapa, singgah sebentar, ataupun menghuni hati untuk waktu yang belum bisa ditentukan. Hati bersama tugas-tugasnya memang tidak pernah sederhana. Karena itu, kita membutuhkan ‘kesederhanaan’ dalam menghadapi setiap rasa dan kenangan itu.

\^o^/